Info Terkini

Asal Muasal Qurban, Kisah Ketaatan Nabi Ibrahim

Asal muasal qurban, tidak terlepas dari kisah ketaatan Nabi Ibrahim yang menjadikan Allah SWT sebagai satu – satunya tujuan. Atas ketaatan yang Nabi Ibrahim berikan kepada Allah SWT bersama putranya kemudian hari raya idul adha kita rayakan seperti sekarang ini.
Hari raya idul adha yang juga dikenal sebagai hari raya qurban merupakan hari raya haji yang dirayakan setiap umat islam di seluruh dunia tepat pada tanggal 10 Dzulhijah. Kisah asal muasalnya seperti apa akan kita bahas dalam kesempatan kali ini!
Asal Muasal Qurban
Asal muasal qurban berkaitan dengan kisah ketulusan nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah SWT untuk berqurban. Pada awalnya, Allah SWT memerintahkan nabi Ibrahim As untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail.
Kala itu, nabi Ibrahim As berusia senja sementara Ismail berusia remaja. Pada suatu hari dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim As mendapat suatu mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail. Mimpi tersebut merupakan bagian wahyu dan perintah dari Allah SWT.
Sesaat setelah terbangun dari tidurnya, Ibrahim merasakan kesedihan yang mendalam karena setelah sekian lama terpisah dengan sang buah hati, ia harus mengorbankan anaknya kembali. Meskipun berat, sebagai hamba yang beriman dan selalu menjalankan apa yang menjadi perintah Allah SWT, akhirnya nabi Ibrahim pun menjalankan perintah tersebut.
Nabi Ibrahim mendatangi nabi Ismail dan meminta pendapatnya. Rupanya, setelah menyampaikan wahyu yang didapatkan, nabi Ismail memberikan jawaban yang luar biasa. Bukannya marah atau kecewa, karena paham bahwa apa yang disampaikan ayahnya adalah wahyu maka nabi Ismail pun menjawab untuk melaksanakan perintah tersebut meski harus mengorbankan dirinya.
Nabi Ismail berkata “Wahai ayahku! Laksanakan segala yang menjadi perintah Allah kepadamu. InsyaAllah, aku ridho dan ikhlas dengan apa yang menjadi perintah Allah kepadamu”
Mendengar jawaban puteranya tersebut, nabi Ibrahim As menangis haru karena ia sangat terhanyut dalam keikhlasan anaknya menjalankan apa yang Allah SWT perintahkan. Akhirnya pada hari diharuskannya nabi Ismail untuk disembelih, semua persiapan nabi Ibrahim As sediakan.
Akan tetapi ketika proses penyembelihan nabi Ismail akan dilaksanakan, Allah tiba – tiba memperbolehkannya untuk digantikan dengan binatang berupa domba. Oleh sebab itu sampai sekarang ini qurban bisa dilakukan dengan menggunakan domba atau kambing atau sapi.
Bayangkan jika pada waktu itu nabi Ibrahim dan nabi Ismail tidak ikhlas dalam menjalankan segala perintah Allah, tentunya bahkan mungkin sampai saat ini sesuatu yang kita sayangi harus dikorbankan termasuk buah hati tercinta. Bersyukurnya, sekarang qurban bisa digantikan dengan hewan.
Mengenai hukum melaksanakan qurban sendiri wajib bagi orang yang mampu atau memiliki keleluasaan rezeki. Sebagaimana yang tercantum dalam Qs. Al-Kautsar ayait 1 – 2 yang artinya “Sesungguhnya Kami telah memberikan nikmat yang sangat banyak. Oleh karena itu dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berqurbanlah karena Tuhanmu”
Hari raya Qurban juga disebut sebagai hari raya haji atau lebaran haji. Hal tersebut dikarenakan pada hari itu kaum muslimin yang sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci melakukan wukuf di Padang Arafah. Mereka menggunakan pakaian serba putih yang kita kenal sebagai pakaian ihram.
Pelaksanaan hari raya qurban sendiri diperintahkan selama 4 hari yaitu sejak magrib pada hari Arafah tepat pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai dengan hari raya ‘Id pada tanggal 10 Dzulhijjah dan disambung dengan 3 hari tasyrik.
Itulah sedikit penjelasan tentang asal muasal qurban dan kisah ketaatan nabi Ibrahim. Semoga menjadi informasi yang menambah wawasan kita tentang Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *